Simple Life of Mine: Books
Showing posts with label Books. Show all posts
Showing posts with label Books. Show all posts

Wednesday, January 11, 2012

Buku Yang Sangat Menginspirasi == > Paloma

Benar ga nyangka banget kalau buku ini mampu memberikan harapan kepada orang-orang yang mengalami kejadian pahit dalam hidupnya dan mulai kehilangan arah akan sumber kehidupanNya.
Buku ini sebenarnya dibeli adik aku dan hanya mengatakan dari sinopsisnya yang merupakan kisah nyata sepertinya bagus. Just it, ga lebih..
Jadinya kurang minat membaca buku ini. Kebetulan kemarin itu karena lagi pengen banget baca buku dan yang terlihat hanya buku ini aja diatas meja belajar, jadinya mencoba membaca dan jujur ga berharap akan mendapat pelajaran mengenai hidup dan keteguhan iman dari buku ini. Buku ini cocok untuk dikonsumsi oleh semua umur karena kata-katanya yang sederhana namun memiliki arti yang sangat dalam bagi pribadi masing-masing.
----------------------------------------------------------


Judul         : Paloma
Pengarang : Rich Winograd
Sinopsis    :
Buku ini menceritakan perjalanan hidup seorang anak kecil yang bernama Paloma, sosok kecil yang mampu membawa perubahan yang cukup signifikan dalam keluarganya. Dalam buku ini Paloma benar-benar memberikan gambaran bagaimana seharusnya setiap orang itu memandang kejadian yang dialami melalui kaca mata iman seorang Kristen. Dia selalu memandang bahwa segala hal yang terjadi itu pasti ada rencana dan ada alasannya, kita hanya perlu melihat alasan tersebut melalui iman yang penuh kepadaNya.
Kita pasti pernah mengalami banyak kepedihan dalam hidup baik itu kegagalan, hubungan dengan kekasih yang berakhir, bahkan kehilangan orang yang kita sayangi. Jika kita tidak mampu memandang setiap kejadian itu dengan iman yang teguh bahwa ada alasan dari itu semua, kita pasti akan terpuruk dan harapan akan hilang. Namun, jika kita tetap teguh dengan harapan di masa depan, harapan dan iman itu nantinya mampu memulihkan hati yang terluka melalui mujizat penyembuhan.
Pada masa-masa kepedihan yang kita alami, hanya harapanlah yang mampu membuat orang terhindar dari kematian baik secara fisik maupun spiritual. Paloma memperlihatkan dengan memberikan contoh cara sebuah keluarga bisa bangkit dari tumpukan debu yang menghampiri kehidupan mereka dan terlahir sebagai manusia baru yang penuh dengan pengharapan.
test

Wednesday, September 28, 2011

Whatever You Think, Think The Opposite

Finally aku dapat buku ini juga walau hanya dalam versi e-book, hehehe..
Ya walau buku ini disajikan dalam bentuk bahasa inggris, namun bahasa serta gambar yang mendeskripsikan hal yang ingin disampaikannya. Hal inilah yang membuat buku ini beda dari buku self motivating lainnya :)

It's the wrong way to think, but the right way to win


Paul Arden mengajak kita untuk menjadi beda dan berpikir lain dari yang biasa dipikirkan oleh banyak orang.
Melalui buku ini, Paul Arden mengajak pembaca untuk memiliki pemikiran "out of the box" untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Beliau memberikan banyak ilustrasi bagaimana "think out of the box" itu membawa seseorang ke puncak yang selama ini mereka impikan dan bahkan lebih baik dari yang diimpikan sebelumnya. Arden Paul memotivasi pembaca menjadi sosok risk taker untuk mencapai tujuan yang diimpikan :)

Salah satu contoh yang ditampilkan Paul Arden ini adalah mengenai kisah olahraga lompat tinggi. Pada awalnya olahraga ini dikenal, atlet melakukan aksi lompat tingginya dengan badan yang menghadap palang. Namun berbeda halnya dengan Dick Fosbury, beliau mencoba melakukan hal yang tidak pernah dilakukan atlet lainnya. Apa yang dilakukannya?? Dia melakukan lompat tinggi dengan badan membelakangi palang. The result, lompatan yang dicapainya lebih tinggi dari yang biasa dilakukan jika badan menghadap palang. Hingga saat ini, cara yang dilakukan oleh Dick Fosbury banyak dipraktekkan oleh atlet lompat tinggi :)

Beberapa statement menarik yang bisa saya kutip dari buku ini diantaranya:
  • It's better to regret what you have done than what you haven't. Arden mengilustrasikan mengenai seorang anak yang mengeluhkan masalahnya kepada ayahnya. Satu hal yang menggelitik aku adalah si ayah menanyakan apakah masalah itu membunuh si anak. Jelas saja si anak mengatakan tidak dengan begitu lantangnya. Jawaban si ayah sangat singkat "Son, you don't have a problem". Artinya, kita lebih baik mencoba sesuatu karena kita tidak tahu apakah akan membawa keberhasilan atau kegagalan. Kegagalan tidak akan pernah membunuhmu, tapi akan membuatmu berpikir lebih kritis di lain waktu jika menghadapi hal yang sama.
  • Life is about decisions. Apapun keputusan yang kamu ambil, itu adalah satu-satunya hal yang dapat kamu lakukan. So what is there to regret? You are the person you choose to be. There is one person who can determine the shape of your life. YOU
  • How you present yourself is how others value you. Penghargaan yang diberikan orang lain kepadamu sesuai dengan penghargaan yang kamu berikan atas dirimu sendiri.
  • Had a goal. Kamu akan menjadi apa yang kamu inginkan sebelum kamu tahu apakah kamu dapat mewujudkannya. Hanya tujuan dan tekad kuat yang dapat mewujudkannya.
  • Turn Up. Fokus pada apa yang kamu inginkan walaupun kamu mendapat banyak penolakan dari banyak sisi. Lakukan semua yang terbaik di dalam dirimu untuk mencapai kualifikasi itu dan suatu saat kamu pasti akan mendapat hasil yang terbaik dari hal tersebut.

Wednesday, July 27, 2011

Who Moved My Cheese?

Kalau dilihat sepintas sich dari bentuk luar dan isinya, pasti pemikiran langsung tertuju ke bacaan anak-anak yang sarat dengan imajinasi dan gambar-gambar tokoh yg dibuat selucu mungkin misalnya binatang, seperti tikus (jadi ingat dengan jerry dari serial Tom and Jerry, hahaha).
Lebih dari sebulan buku itu hanya nangkring di rak buku aja, dan mulai dijamah lagi pada saat aku bosan di rumah tante sendirian, sementara seluruh penghuni rumah lagi keluar karena ada urusan masing-masing. Alhasil, untuk mengusir kebosanan di rumah, aku mulai ambil buku itu dan mulai membacanya. And see, I really love this book. Buku ini benar-benar mengajarkan mengenai berbagai macam sifat manusia dalam menghadapi perubahan yang terjadi dalam kehidupannya. Hal yang paling menarik lagi, penulisnya memberikan gambaran dari setiap sifat mengambil solusi untuk masalah yang dihadapinya itu dengan lugas dan sederhana. Penulis tidak mengangkat teori-teori yang terkadang terlalu berat untuk dicerna, namun dituangkan dalam bentuk sosok tikus yang memiliki 4 sifat manusia yang berbeda-beda dan bagaimana setiap tikus itu menyikapi masalah yang mereka hadapi bersama.

Semoga referensi ini bisa menginspirasi pembaca juga :)

-------------------------------------

JUDUL        : Who Moved My Cheese?
PENGARANG : Dr. Spencer Johnson

PENGENALAN TOKOH
   1. Sniff, digambarkan sebagai seekor tikus yang dapat "membaui" perubahan dengan segera.
   2. Scurry, digambarkan sebagai seekor tikus yang selalu sigap dalam hal pengambilan suatu tindakan ( sesuai dengan namanya sich, hihihi).
   3. Hem, digambarkan sebagai seekor tikus yang selalu melakukan penolakan terhadap perubahan yang terjadi karena rasa takut dalam dirinya lebih kuat dan membawanya ke hal yang lebih buruk lagi.
   4. Haw, digambarkan sebagai seekor tikus yang selalu berusaha untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang terjadi sehingga dia siap untuk sesuatu yang lebih baik lagi.

RESENSI
Buku "Who Moved My Cheese?" mengisahkan 4 ekor tikus dengan empat karakter yang berbeda, yaitu Sniff, Scurry, Hem, dan Haw. Keempat ekor tikus ini sedang mencari cheese pada Maze yaitu sebuah labirin yang gelap serta menyesatkan. Awalnya, keempat ekor tikus ini mencari cheese tersebut menggunakan insting yang dimiliki oleh masing-masing dengan prinsip trial and error. Bukan tidak mungkin keempat tikus ini tersesat pada labirin yang tidak pernah mereka jumpai sebelumnya. Namun, mereka selalu berusah mencari dan mencari dengan kemampuan yang mereka miliki. Berkat kekompakan dan juga insting yang mereka miliki akhirnya mereka menemukan setumpukan cheese pada lokasi yang dinamakan Cheese Station C.
Keempat ekor tikus itu sangat berbahagia karena mereka telah menemukan persediaan cheese yang mereka inginkan akhirnya ditemukan juga. Mereka begitu menikmati cheese yang telah mereka temukan. Setiap hari mereka selalu mengunjungi station itu untuk menikmati cheese tersebut. Begitu juga halnya dengan Sniff dan Scurry, setiap hari mereka mengunjui station dimana cheese itu berada. Setiap pagi mereka berdua melepas dan mengikatkan sepatu serta mengalungkannya pada leher. Satu hal yang tidak lupa mereka lakukan adalah sebelum menyantap cheese mereka selalu memandang sekeliling ruangan itu dan melihat apakah ada perubahan pada ruangan tersebut atau tidak. Berbeda halnya dengan Hem dan Haw, keduanya awalnya melakukan hal yang sama yaitu berangkat ke station dimana cheese itu berada. Namun setelah mereka mengetahui jalan ke station tersebut, mereka menjadi malas dan bangun siang (kelihatan mereka berdua jadi sosok yang arogan sich karena merasa sudah mengetahui arah jalan ke cheese tersebut).
Masalah muncul ketika keempat ekor tikus itu menemukan cheese pada station itu kosong. Sniff dan Scurry sebenarnya tidak heran dengan perubahan itu, karena mereka sadar bahwa suatu saat cheese tersebut akan habis karena setiap hari dimakan. Sniff dan Scurry segera beranjak dari station itu dan mencari cheese di station lainnya. Mereka menyadari bahwa cheese pada station C telah berubah dan mereka pun harus berubah jika ingin tetap bertahan hidup. Namun berbeda dengan reaksi Hem dan Haw. Mereka kaget, marah, dan berteriak keras "Who moved my cheese?". Hem memandang kondisi itu adalah sesuatu yang tidak adil, dimana dia beranggapan bahwa cheese itu patut dia makan selamanya dan ada orang yang telah memindahkannya ke suatu tempat. Sementara Haw, dia bingung memikirkan mengapa hal ini terjadi dan apa yang harus dilakukannya.
Di lain tempat, Sniff dan Scurry yang berani mengambil tantangan mencari cheese baru tidak luput dari banyaknya jalan buntu pada Maze dan cheese tidak ditemukan. Namun, mereka berdua tidak patah semangat dan terus mencari. Akhirnya mereka menemukan cheese pada suatu lokasi yang mereka namakan Cheese Station N. Ternyata cheese yang mereka temukan itu lebih enak dari cheese sebelumnya dan mereka dapat menikmatinya dengan puas.
Sementara itu, Hem dan Haw masih tetap memandangi station C yang kosong tersebut dan berharap cheese mereka akan dikembalikan. Hem hanya diam terpaku dan putus asa melihat kondisi yang dihadapi. Haw yang awalnya putus asa mulai tidak tahan dengan kondisi tersebut. Mereka berdua awalnya sepakat untuk mencari cheese pada lokasi lain. Namun, sebelum mereka keluar dari station itu, Hem memutuskan untuk tetap tinggal di station itu karena dia yakin cheese itu akan kembali kepadanya. Akhirnya Haw pergi berpetualang sendiri untuk mencari cheese dan meninggalkan Hem sendirian. Rasa takut selalu menyergapnya namun dia berusaha menghilangkan rasa takut itu dengan membayangkan bahwa dia akan menemukan cheese baru yang lebih enak lagi diluar sana. Lama-kelamaan perjalanannya semakin ringan dan dia semakin mantap dalam mencari cheese. Sepanjang jalan dia selalu memberikan tanda pada dinding Maze dan berharap tanda itu bisa dijadikan Hem sebagai petunjuk jika dia sudah berani menghilangkan rasa takutnya. Haw mendapatkan banyak pengalaman baru selama perjalanannya mencari cheese yang baru. Akhirnya perjuangannya menghilangkan rasa takut itu memberikan hasil, dia menemukan cheese pada station N dan berhasil menemukan Sniff dan Scurry. Mereka bertiga berbahagian menikmati cheese baru yang ditemukan. Walaupun Haw sudah menemukan kebahagian baru di lokasi itu, dia tetap berharap Hem dapat menghilangkan rasa takutnya sehingga dapat menemukan mereka di station itu dengan yang telah diberikannya.

-------------------------------------

Who moved my cheese? dengan 4 tokoh utama menawarkan angin segar dalam mengembangkan pola pikir kita mengantisipasi perubahan yang terjadi, bagaimana beradaptasi serta menikmati perubahan tersebut. Satu hal yang paling penting lagi yaitu tetap siap untuk perubahan baru yang datang secara cepat dan tidak terelakkan. Apakah kita mau menjadi Sniff, Scurry, Hem, Haw? Itu tergantung diri kita masing-masing. Yang jelas, perubahan itu tidak dapat dihindarkan dan kita juga harus bisa memberikan tanggapan yang tepat untuk perubahan tersebut. :)